I.
Komponen LAN
Apa sebenarnya yang membentuk jaringan komputer?
Jawabannya jelas, komputer. Tapi bagaimana komputer-komputer tersebut saling
terhubung? Ada dua macam, perangkat keras (peripheral) dan perangkat lunak
(software). Perangkat keras yang dimaksud di sini mencakup :
Perangkat lunak yang jelas dibutuhkan adalah sistem
operasi jaringan. Komponen standar sebuah jaringan sederhana adalah Network
interface card, hub dan kabel. Dengan ketiga komponen ini, Anda sudah bisa
membuat suatu jaringan komputer !
1. Network
Interace Card
Network interface card adalah kartu -- maksudnya papan
elektronik -- yang ditanam pada setiap komputer yang terhubung ke jaringan.
Beberapa komputer desktop yang dijual di pasaran saat ini sudah dilengkapi
dengan kartu ini. Saat Anda membeli komputer, Anda bisa menanyakan penjualnya
apakah pada komputer sudah dipasangkan NIC. Jika belum Anda bisa meminta
penjualnya untuk memasangkan, atau Anda bisa membelinya dan memasangnya
sendiri. Ada tiga hal yang harus Anda perhatikan dari suatu NIC :
A. Tipe
kartu
Ada dua macam tipe kartu, yaitu PCI dan ISA. Sebagai
sedikit penjelasan, pada komputer ada beberapa slot (tempat menancapkan kartu)
yang disebut expansion slot. Slot-slot ini saat Anda membeli komputer sengaja
dibiarkan kosong oleh pembuat komputer agar Anda bisa meningkatkan kemampuan
komputer Anda dengan menambahkan beberapa kartu -- misalnya, kartu suara (untuk
membuat komputer "bersuara bagus"), kartu video (untuk membuat
tampilan layar komputer lebih bagus), kartu SCSI (untuk membuat komputer bisa
berkomunikasi dengan perangkat berbasis SCSI), atau network interface card
(untuk membuat komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lain dalam
jaringan). Ada dua tipe slot yang banyak dijumpai pada komputer-komputer yang
beredar di pasaran, yaitu slot PCI dan slot ISA. Jika Anda membuka kotak
(casing) komputer Anda, di bagian belakang Anda bisa melihat ada dua deret
slot. Slot PCI biasanya adalah yang berwarna putih, slot ini lebih pendek
dibandingkan slot PCI. Slot PCI mendukung kecepatan I/O (input/output) yang
lebih tinggi. Di pasaran, biasanya harga kartu berbasis PCI lebih mahal.
B. Jenis
protokol
Dari sisi protokol, jenis protokol yang saat ini paling
banyak digunakan adalah Ethernet dan Fast Ethernet. Ada beberapa protokol lain,
tetapi kurang populer, yaitu Token Ring, FDDI, dan ATM. Dua protokol terakhir
cenderung digunakan pada jaringan besar sebagai backbone (jaringan tulang
punggung yang menghubungkan banyak segmen jaringan yang lebih kecil). Ethernet
mendukung kecepatan transfer data sampai 10Mbps, sedangkan Fast Ethernet
mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps. Jika memilih untuk
menggunakan protokol Ethernet, Anda harus membeli kartu Ethernet. Demikian juga
jika Anda telah memilih Fast Ethernet. Namun saat ini juga ada kartu combo yang
mendukung Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo bisa mendeteksi sendiri
berapa kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan. Jika saat ini Anda
memilih menggunakan Ethernet, tetapi Anda telah merencanakan untuk suatu saat
nanti memerlukan kecepatan transfer yang lebih tinggi -- sehingga memerlukan
Fast Ethernet tak salah jika Anda memilih kartu combo. Dari sisi harga, kartu Ethernet
saat ini boleh dibilang sudah sangat murah.
C. Tipe kabel yang didukungnya.
Dari sisi kabel, ada beberapa tipe kabel yang digunakan
banyak orang, yaitu:
·
UTP
(unshielded twisted pair)
·
coaxial
·
fiber
optik
Yang paling banyak dipilih orang adalah UTP, karena
murah, kemampuannya memadai dan pemasangannya cenderung lebih mudah. Kabel
coaxial (mirip dengan kabel televisi) dulu banyak digunakan orang, tetapi saat
ini boleh dibilang sudah hampir tak dilirik. Fiber optik merupakan kabel paling
mahal (dari sisi instalasi maupun harga per meter), tetapi kemampuannya
mendukung kecepatan transfer data paling bagus. Pemasangan kabel fiber optik
paling rumit, karena itu mahal.
Dalam memilih NIC, Anda harus menyesuaikan dengan tipe
kabel yang telah/akan Anda pasang. Port/colokan untuk kabel UTP berbentuk mirip
dengan kabel telepon tetapi sedikit lebih besar, port ini dikenal sebagai
RJ-45. Ada beberapa kartu yang mendukung dua atau lebih tipe kabel. Namun jika
Anda hanya akan menggunakan satu tipe kabel, pilihlah kartu yang mendukung satu
tipe kabel saja karena harganya akan jauh lebih murah.
Satu hal lagi, jika Anda menggunakan komputer portabel
(notebook), untuk berkoneksi ke jaringan Anda menggunakan kartu PCMCIA. Bentuk
kartu ini mirip kartu kredit, tetapi sedikit tebal. Kartu ini dimasukkan ke
port PCMCIA yang ada pada setiap notebook. Jika untuk komputer desktop sudah
tersedia banyak pilihan kartu untuk protokol Fast Ethernet, untuk PCMCIA
pilihan mereknya masih sedikit sehingga harganya sangat mahal. Jika pada
komputer desktop tidak ada kartu kombinasi antara kartu jaringan dengan kartu
modem, pada PCMCIA kombinasi ini justru menjadi salah satu favorit. Dengan
kombinasi ini, Anda menghemat penggunaan slot PCMCIA dengan hanya menggunakan
satu slot untuk dua kegunaan: modem dan jaringan. Saat ini hampir semua NIC
yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play (NIC secara otomatis
dikonfigurasi tanpa intervensi pengguna), tetapi ada baiknya Anda pastikan
bahwa NIC yang Anda beli memang mendukung PnP.
2. Kabel
Kabel merupakan komponen penting dalam jaringan. Kabellah
yang membuat data bisa mengalir di jaringan -- kecuali jika Anda menggunakan
jaringan tanpa kabel (wireless). Jangan sampai Anda memilih kabel berkualitas
jelek, walaupun harganya murah. Ada beberapa alasan untuk hal ini, di antaranya
adalah:
- Investasi
untuk kabel biasanya hanya dilakukan sekali pada saat awal instalasi
jaringan.
- Kabel
jaringan cenderung disembunyikan di balik dinding atau di bawah lantai.Jika
Anda menggunakan kabel bermutu rendah dan suatu saat ditemukan ada masalah
pada kabel, maka usaha untuk membongkar dan memasang kembali kabel akan
jauh lebih mahal dibandingkan harga yang Anda bayar untuk mendapatkan
kabel kualitas bagus yang tak merepotkan.
Seperti sudah disebutkan sebelumnya, ada tiga jenis kabel
yang dikenal orang. Jenis kabel yang banyak dipilih orang -- terutama untuk
jaringan kecil -- saat ini adalah UTP. Beberapa perusahaan/lembaga yang cukup
kaya memang cenderung memilih kabel fiber optik, karena dukungan untuk pengembangan
ke depan yang lebih bagus. Ada pula beberapa pengguna yang hanya menggunakan
kabel fiber optik untuk backbone dan menggunakan UTP pada segmen-segmen
jaringannya.
Namun memilih UTP mungkin paling masuk akal jika jaringan
Anda tak terlalu besar -- ingat masih banyak komponen lain yang perlu Anda
beli. Dari sisi pemasangan, UTP bisa dibilang paling tak merepotkan, Anda bisa
memasangnya sendiri dengan hanya sedikit pengalaman. Jadi jika sekarang Anda
sedang bersiap membangun jaringan, rasanya pilihan paling tepat adalah
menggunakan kabel UTP. Kabel fiber optik akan lebih masuk akal jika digunakan
pada backbone, nanti jika jaringan Anda sudah semakin besar dan ban banyak
segmen yang harus saling terhubung.
3. Hub
Secara sederhana, hub adalah perangkat penghubung. Pada
jaringan bertopologi star, hub adalah perangkat dengan banyak port yang
memungkinkan beberapa titik (dalam hal ini komputer yang sudah memasang NIC)
bergabung menjadi satu jaringan. Pada jaringan sederhana, salah satu port pada
hub terhubung ke komputer server. Bisa juga hub tak langsung terhubung ke
server tetapi juga ke hub lain, ini terutama terjadi pada jaringan yang cukup
besar. Hub memiliki 4 - 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain.
Sebagian hub -- terutama dari generasi yang lebih baru -- bisa ditumpuk
(stackable) untuk mendukung jumlah port yang lebih banyak.
Jumlah tumpukan maksimal bergantung dari merek hub,
rata-rata mencapai 5 - 8. Hub yang bisa ditumpuk biasanya pada bagian
belakangnya terdapat 2 port untuk menghubungkan antar hub.
Dari sisi pengelolaan ada dua jenis hub, yaitu
·
Manageable
hub
·
Unmanageable
hub.
Manageable hub adalah hub yang bisa dikelola melalui
software biasanya menggunakan browser IE -- sedangkan unmanageable hub tak
bisa. Satu hal yang perlu diingat, hub hanya memungkinkan pengguna untuk
berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan hub yang membentuk jaringan hub
disebut sebagai "shared Ethernet." Pada jaringan terbagi seperti itu,
setiap anggota hanya akan mendapatkan persentase tertentu dari bandwidth
jaringan yang ada.
Misalkan hub yang digunakan adalah Ethernet 10Mbps dan
pada jaringan tersebut tersambung 10 komputer, maka secara kasar jika semua
komputer secara bersama mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa
digunakan oleh masing-masing anggota jaringan tersebut hanyalah 1Mbps. Nah
bagaimana pula jika penggunanya hanya sendirian ?
Pada jaringan bertopologi bus, ada juga perangkat sejenis
hub -- namanya repeater. Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal
agar data bisa mencapai jarak yang lebih jauh.
4. Bridge
& Switch
Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan
beberapa jaringan terpisah. Bridge bisa menghubungkan tipe jaringan berbeda
(seperti Ethernet dan Fast Ethernet) atau tipe jaringan yang sama. Bridge
memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen
jaringan dan memperbolehkan hanya lalu lintas data yang diperlukan melintasi
bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan
sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak; jika segmennya berbeda, paket
diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak untuk tak
menyebar keluar dari satu segmen.
Switch yang dimaksud di sini adalah LAN switch. Switch
adalah perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan
pada switch, yaitu :
A. Cut-through
Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan
karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuannya
sebelum meneruskan ke segmen tujuan.
B. Store-and-forward.
Switch store-and-forward, kebalikannya, menerima dan
menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan. Waktu yang
diperlukan untuk memeriksa satu paket memakan waktu, tetapi ini memungkinkan
switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tak
mengganggu jaringan. Dengan teknologi terbaru, kecepatan switch
store-and-forward ditingkatkan sehingga mendekati kecepatan switch cut-through.
Di pasaran Anda juga bisa memilih switch hibrid yang menggabungkan arsitektur
cut-through dan store-and-forward.
Dengan switch, Anda mendapatkan keuntungan karena setiap
segmen jaringan memiliki bandwidth 10Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada
"shared network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih
tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling terhubung
disebut "collapsed backbone." Saat ini banyak orang memilih
menggunakan jaringan Ethernet 10Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet
100Mbps pada koneksi ke server. Untuk keperluan ini digunakan switch 10/100 yang
biasanya memiliki beberapa (4-24) port 10Mbps untuk koneksi ke komputer klien
dan 1 port 100Mbps ke komputer server.
5. Router
Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan
bridge. Perbedaannya, router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan
dilakukan bukan dengan melihat alamat paket data, tetapi dengan menggunakan
protokol tertentu. Router muncul untuk menangani perlunya membagi jaringan
secara logikal bukan fisikal. Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi
beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address
tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Anda mungkin
bingung dengan definisi di atas, tetapi untuk mudah diingat, Anda menggunakan
router ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain. Jaringan
ini bisa berupa jaringan pribadi (LAN/WAN) atau jaringan publik (Internet).
II. Perangkat
Wireless LAN
Untuk membangun Wireless LAN kita membutuhkan
perangkat-perangkat, seperti access point, wireless LAN Card, wireless PCMCIA,
serta wireless USB. Berikut ini penjelasan masing-masing perangkat tersebut:
1. Access
Point
Access Point (AP) adalah perangkat penting yang akan
selalu Anda gunakan jika Anda hendak membangun Wireless LAN. Sesuai dengan
namanya Access Point berfungsi sebagai titik akses yang menghubungkan
komputer-komputer ke dalam sebuah jaringan. Singkatnya, fungsi Access Point
sama dengan fungsi Hub pada jaringan komputer konvensional.
Sebuah Access Point biasanya dilengkapi dengan antena dan
port J45 / Ethernet.
Saat ini ada beberapa jenis Access Point yang beredar di pasaran, yakni
Access Point 802.11b, 802.11g. serta Access Point dual band yakni Access Point
yang mendukung standar 802.11 dan 802.11g.
Setiap Access Point biasanya memiliki beberapa mode
operasi. Pada mode terbaru, Anda dapat mengatur berbagai fungsi dan melakukan
proses monitoring melalui web browser. Saat hendak memilih Access Point
sebaiknya Anda memperhatikan model yang didukung oleh Access Point tersebut.
Beberapa Access Point yang beredar ada yang memberikan fasilitas mode operasi
ekstra seperti Multi Point Bridge dan Repeater. Selain itu, Anda juga harus
memperhatikan bentuk dan jenis antena yang digunakan pada Access Point
tersebut. Biasanya antena ekstern memiliki jangkauan yang lebih baik dibandingkan
dengan antena internal. Perhatikan juga apakah Access Point memiliki fitur
untuk mengupgrade ke antena luar yang lebih besar.
Access Point yang beredar saat ini biasanya sudah
dilengkapi dengan fitur-fitur seperti:
- Sudah
dilengkapi dengan proteksi firewall dan fitur untuk mengontrol akses.
- Mendukung
protokol PPPOE/PPTP untuk ADSL.
- Konfigurasi
web based
- Security WEP
dengan enkripsi 64/128 bit.
- Dapat
berfungsi sebagai DHCP Server/ Client.
Jika pada jaringan komputer konvensional (LAN) jumlah komputer
yang dapat terhubung tergantung pada jumlah port yang tersedia pada hub atau
switch, untuk Wireless LAN, jumlah komputer yang dapat terhubung sangat
tergantung gantung dengan Access Point yang Anda gunakan. Ada Access Point yang
hanya mendukung jumlah koneksi hingga 10 koneksi, ada juga yang lebih. Namun
ada hal lain yang juga berpengaruh terhadap koneksi ke Access Point, yakni lalu
lintas data pada Access Point tersebut. Semakin besar lalu lintas data yang
beredar, kemungkinan tingkat koneksi semakin kecil.
2. Wireless LAN Card
Wireless LAN Card adalah Ethernet Card Wireless yang
dipasang di slot PCI pada komputer. Jadi agar sebuah komputer dapat terhubung
ke sebuah jaringan wireless, pada komputer harus terpasang kartu ini. Seperti
halnya Access Point, saat ini jenis Wireless LAN Card yang beredar di pasaran
adalah jenis dengar standar 802.11b, 802.11g dan dual band (802.11a 802.11g).
Dalam memilih
Wireless LAN Card, ada baiknya Anda memilih Wireless LAN Card yang dapat di
upgrade agar dapat menjangkau jarak yang lebih jauh. Kebanyakan Wireless LAN
Card, yang diproduksi vendor saat ini ditujukan untuk penggunaan dalam ruangan.
Namun di pasaran masih dapat ditemui Wireless LAN Card yang dapat menjangkau
jarak yang lebih jauh. Pada Wireless LAN Card seperti itu biasanya terdapat
konektor untuk antena eksternal
3. Wireless
PCMCIA
Wireless PCMCIA adalah kartu wireless yang digunakan pada
komputer jinjing (notebook). Jadi kartu ini dipasang pada slot PCMCIA notebook.
Beberapa notebook keluaran terbaru sudah tidak memerlukan Wireless PCMCIA
karena dilengkapi dengan perangkat Wireless LAN yang terintegrasi ke dalam
notebook tersebut.
4. Wireless
USB
Dewasa ini perkembangan perangkat yang memanfaatkan port
USB semakin marak. Hal ini tidak lepas dan mudahnya pemasangan perangkat pada
port USB. Dalam dunia wireless juga tersedia perangkat wireless yang dikenal
dengan sebutan Wireless USB.
Wireless USB adalah perangkat alternatif untuk Wireless
LAN, Wireless USB dapat Anda gunakan sebagai pengganti Wireless LAN Card data
atau Wireless PCMCIA. Perangkat ini dipasang pada port USB yang terdapat pada
komputer atau notebook Anda.
Ada 2 jenis Wireless USB yang beredar di pasaran saat
ini, yakni Wireless USB Stick dan Wireless IJSB Adapter. Secara teknis kedua
perangkat USB Wireless ini memiliki spesifikasi yang hampir sama, namun untuk
jangkauan, Wireless USB Adapter lebih unggul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silakan berikan komentar